Malaysian INC

Kamis, 02 Mei 2013

PAKAI MODEM CERIA INTERNET UNLIMITED GAK USAH BAYAR MODEM

PAKAI MODEM CERIA INTERNET UNLIMITED GAK USAH BAYAR MODEM !
PAKAI MODEM CERIA INTERNET UNLIMITED GAK USAH BAYAR MODEM YANG INGIN menggunakan Ceria sebagai Modemnya. Nggak usah Beli Modemnya alias Di Pinjami, Anda cukup membayar Tagihannya perbulan. Gak usah Panjang Lebar, Simak Tutorialnya, sebagai BERIKUT. SUPER DEAL GAK USAH BAYAR MODEM !!! Hanya dengan Rp.110.000,- / Bulan + PPN, Anda dapat menikmati Layanan Ceria Internet sepuasnya . Unlimited Quota tak terbatas. Persyaratan : 1. Biaya Pendaftaran & Pemasangan Modem Rp.300.000; 2. Fotocopy Identitas Diri ( KTP/SIM/KITAS/PASSPORT ) 3. Fotocopy Kartu Keluarga/Tagihan Listrik/Tagihan Air/Tagihan Kartu Kredit 4. Tagihan dibayar 5 hari sebelum jatuh tempo. untuk pemasangan info selanjut nya hubungi hp:085266658476 area kuala tungkal dan 

Risalah Huquq: Hak Imam Jamaah

 Masjid adalah rumah Allah di muka bumi, yang menjadi tempat ibadah dan penghambaan kepada Allah swt. Senandung munajat dan shalat dalam suasana ruhani dan nuansa spiritual di dalam masjid bak belaian lembut yang membelai kalbu manusia. Selain itu, masjid juga menjadi tempat perkumpulan umat Islam untuk menjalin komunikasi, hubungan dan memupuk solidaritas di antara mereka. Di zaman Rasul Saw, masjid memiliki fungsi yang bermacam-macam diantaranya menjadi pusat pendidikan umat Islam . Karena itu, Islam menyeru pengikutnya untuk selalu hadir di masjid dan memakmurkan tempat yang suci ini. Banyak orang yang terlibat dalam memakmurkan dan membangun masjid. Diantara mereka yang secara aktif terlibat di dalam masjid adalah imam jamaah yang meramaikan kehidupan masjid dengan berbagai program budaya, ibadah, sosial bahkan politik. Imam adalah orang yang berdiri di depan dalam barisan shaf shalat dan gerakannya diikuti oleh mereka yang menjadi makmun. Dalam Islam, imam jamaah haruslah orang yang memiliki serangkaian sifat mulia yang menjadi contoh bagi orang-orang lain di sekitarnya. Dalam sebuah hadis disebutkan, "Doronglah orang yang paling mulia dan paling baik di antara kalian untuk maju dan ikutilah ia." Dengan kata lain, imam harus mengetahui agama dan komitmen dengan ajaran agama. Dia mesti memainkan peran sebagai panutan yang kata-katanya diikuti dan menarik hati masyarakat. Dengan demikian ia akan mampu melaksanakan tugas memakmurkan masjid dengan berbagai aktivitas keagamaan dan keilmuan. Keberadaan imam di masjid akan membuat rumah suci ini ibarat media komunikasi dan pengetahuan bagi masyarakat akan kondisi dunia Islam dan persatuan di antara kaum muslimin. Dalam kondisi yang genting, masjid bisa menjadi pusat mobilisasi massa untuk melawan ancaman yang mungkin datang dari pihak musuh. Dalam kitab Risalatul Huquq, Imam Ali as-Sajjad as setelah membicarakan hak-hak berbagai kelompok manusia menerangkan hak imam jamaah. Beliau menyeru umat untuk menghormati dan berterima kasih kepadanya, dan berkata, "Adapun hak imam jamaah adalah bahwa hendaknya engkau mengetahui bahwa dia adalah orang yang mewakilimu di hadapan Allah dan berbicara mewakilimu sementara engkau tidak berbicara mewakilinya. Dia berdoa untukmu dan engkau tidak berdoa untuknya….karena itu, jika dalam hal ini dia melakukan kesalahan maka kesalahan itu mutlak kesalahannya bukan kesalahanmu. Jika dia berbuat dosa engkau tidak menanggung dosa itu bersamanya dan dia tidak lebih unggul darimu. Karena itu, engkau harus berterima kasih kepadanya atau tugas berat yang ia pikul ini." Dengan tugas berat inilah imam harus memiliki sejumlah kriteria khusus diantaranya mengenal ajaran Islam, berperangai mulia dalam bergaul dengan orang lain, dan peduli untuk membantu masyarakat menyelesaikan kesulitan yang mereka hadapi. Rasa hormat kepada pandangan jamaah masjid akan menarik hati masyarakat untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan masjid. Sementara kesabaran dan kesederhanaan serta menghindari kehidupan mewah akan membantu imam dalam menyukseskan kewajibannya sebagai panutan dan imam di masjid. Sifat-sifat dan kriteria itu selain merupakan sifat yang mulia juga menjadi modal dalam menarik hati orang lain dan membantu misi membimbing masyarakat. Kriteria lain yang mesti dimiliki imam jamaah adalah kesalehan. Yang dimaksud dengan kesalehan ini adalah keterjauhan dari perilaku yang bertolak belakang dengan kesucian dan kemanusiaan. Kesalehan adalah kondisi kejiwaan yang membuat manusia menjauhi dosa dan tidak menistakan hak-hak orang lain. Kesalehan yang dalam bahasa fiqih disebut dengan keadilan ini akan menciptakan keakraban dalam hubungan umat dengan imam. Dari sekian kriteria yang mesti dimiliki oleh imam jamaah, masalah keilmuan dan pengetahuan akan agama Islam menjadi prioritas utama. Keilmuan ini akan membuat masyarakat yang menjadi makmum terbawa kepada nuansa keilmuan dan bisa memuaskan dahaga mereka akan pengetahuan agama. Dengan demikian, masjid akan benar-benar menjadi pusat kegiatan keislaman dan pengetahuan akan agama Ilahi ini. Masjid adalah tempat perkumpulan yang mempertemukan umat Islam dengan latar belakang yang berbeda-beda. Pria, wanita, tua, muda, belia dan remaja, semuanya hadir bersama-sama di dalam masjid. Latar belakang sosial mereka pun berbeda-beda. Namun mereka mengikuti dan menjadi makmum untuk satu orang yang berdiri sebagai imam dalam jamaah shalat. Saat menunaikan ibadah ini secara berjamaan semua orang akan mengikuti gerakan imam dan mengiringinya dalam bertasbih dan memuji keagungan Allah untuk bersama-sama meraih kenikmatan maknawiyah dan spiritual. Para wali Allah memandang imam jamaah sebagai sosok pribadi yang memiliki keutamaan besar di antara umat. Imam Ali Zainul Abidin misalnya, menekankan kepada masyarakat untuk menghormati dan berterima kasih kepada imam jamaah. Dalam sebuah riwayat Imam Jaafar Shadiq as berkata, "Imam jamaah adalah pemimpin yang membimbing kalian dalam perjalanan menuju Allah. Karena itu, perhatikanlah kepada siapa engkau bermakmum."

Jadi Lah Pemimpin(IMAM)Yang Baik Bagi Keluarga

Biduk rumah tangga bak bahtera yang berlayar di tengah lautan. Lautan tentu tak selamanya tenang dan nyaman, kadang kala harus menghadapi badai, ombak, angin kencang, atau cuaca yang tidak bersahabat. Itulah mengapa dalam Islam suami dinobatkan sebagai kepala rumah tangga atau pemimpin (imam) bagi keluarganya. Bahkan tanggung jawab seorang imam keluarga tidak saja terbatas di dunia semata, tetapi berlanjut hingga ke akhirat. Di sini para suami sangat penting mengetahui bagaimana menjadi imam yang baik bagi keluarganya. Lebih dari Istri Lebih di sini tiada lain adalah lebih dalam segala sifat positif. Seperti lebih ikhlas, lebih sabar, lebih dewasa, dan lebih yang lainnya. Kompetisi dalam hal ini sangat-sangat positif. Seperti kompetisi antara Abu Bakar dan Umar dalam hal amal shaleh. Hal ini tiada lain karena seorang suami telah menjadi tumpuan, harapan, dan masa depan istri serta anak-anaknya. Suami adalah kekayaan paling nyata bagi seorang istri. Selain itu, masa depan suami juga ditentukan oleh baik tidaknya keluarga yang dipimpinnya. Oleh karena itu, tidak patut seorang suami tidak menghargai, tidak menghormati dan tidak memuliakan istrinya. Suami harus mampu memuliakan istrinya, menasehati sekaligus membimbingnnya agar tidak keliru dalam kehidupan. Namun demikian, ada cara yang mesti ditaati oleh para suami dalam menasehati, membimbing atau pun membina istrinya. Hal ini karena wanita adalah sosok perasa, mungkin ada yang sangat sensitif, sehingga perlu seni dan kehati-hatian dalam membimbing mereka. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Nasehatilah para wanita dengan baik, sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk (laki-laki) sebelah kanan, dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian atasnya, maka seandainya engkau berusaha meluruskannya, niscaya dia akan patah dan kalau engkau biarkan, ia akan tetap bengkok. Nasehatilah para wanita dengan baik.” (HR. Bukhari Muslim). Bijaksana Kebijaksanaan seorang suami itu hanya bisa diwujudkan manakala dirinya memang lebih dari istri. Dengan kata lain, seorang suami harus lebih peduli, lebih peka, dan lebih memahami mana yang terbaik bagi istri dan keluarganya sesuai dengan tuntunan syari’ah-Nya. Kebijaksanaan akan menjadikan suami lebih tepat dalam mengambil keputusan, lebih arif dalam perkataan dan lebih hati-hati dalam menjaga perasaan istri, sehingga tidak mudah terbawa emosi manakala dirinya melihat ada kekurangan atau pun kesalahan dari sang istri. Hal ini tidak lain karena dibalik kekurangan atau sesuatu yang dianggap kurang dari istri pasti tetap ada sisi lain yang menjadi keunggulan seorang istri. Itulah mengapa Rasulullah mengingatkan para suami agar tidak terjebak emosi dan buta mata hati ketika melihat kesalahan atau kekurangan seorang istri. Beliau bersabda, “Tidaklah seorang mukmin marah kepada wanita yang beriman, jika dia membenci darinya satu sifat, dia akan menyukainya karena sifatnya yang lain.” (HR. Muslim). Maka dari itu, sudah seharsunya bagi suami untuk mengingat-ingat kebaikan dan kelebihan istrinya. Menimbang-nimbang apa yang tidak disukainya dengan hal yang disukai. Dengan begitu, Insya Allah, dia akan menemukan kebaikan yang sangat besar. Dan, kebaikan besar tidak akan dimiliki kecuali oleh pemimpin yang bijaksana. Menjamin Kehalalan Nafkah Selain mencari nafkah, satu kewajiban yang tidak boleh dianggap ringan oleh seorang suami adalah menjamin kehalalan nafkah yang diperoleh dan dikonsumsi atau digunakan istri dan keluarga. Di sini peran suami sebagai seorang pemimpin sangat menentukan masa depan kehidupan keluarganya dunia-akhirat. Allah Ta’ala berfirman; وَعلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ “Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf.” (QS. Al-Baqarah [2]: 233). Ma’ruf dalam ayat tersebut bermakna cukup, tidak berlebihan apalagi kekurangan. Namun demikian, apabila ternyata takdir belum memberikan kelapangan rizki sehingga harus hidup dalam keadaan kekurangan, maka seorang suami harus tetap sabar dan tawakkal sembari terus berusaha memperbaiki kondisi ekonominya dengan cara yang halal. Jangan sampai, karena dorongan membahagiakan keluarga, seorang suami nekat melakukan perbuatan curang, sehingga harta yang diperoleh dan makanan yang dikonsumsi istri dan keluarganya adalah makanan yang haram. Cara seperti ini tentu tidak bijaksana dan bisa berakibat fatal dunia-akhirat. Oleh karena itu, setiap suami wajib hukumnya mengetahui apa yang halal dan apa yang haram. Jangan sampai karena alasan ekonomi dan kebutuhan keluarga, seorang suami mengabaikan aturan halal-haram yang sesungguhnya sangat berpengaruh bagi kehidupan diri dan keluarganya. Bersama Bangun Keteguhan Suami yang bisa menjadi imam yang baik adalah suami yang senantiasa mengajak istri dan keluarganya memiliki keteguhan hati, sehingga lahirlah sifat qana’ah, sabar, dan tawakkal. Sifat seperti itu sangat diperlukan agar dalam mengarungi biduk rumah tangga, keluarga tetap utuh terjaga dan mampu menghadapi segala situasi dengan penuh iman dan ketakwaan. Demikianlah yang telah ditauladankan oleh Nabi Ibrahim Alayhissalam. Bagaimana beliau menanamkan keteguhan hati yang sangat kuat kepada Siti Hajar, sehingga tidak ada yang diharapkan kecuali hanya pertolongan Allah Ta’ala. Dengan keteguhan hati, seorang istri akan tabah menghadapi ujian dan pandai mendidik buah hati. Selain itu, seorang istri atau ibu yang memiliki keteguhan hati, ia akan mampu menularkan sifat mulianya itu kepada anak-anaknya. Itulah yang terjadi pada Nabi Ismail Alayhissalam. Sekalipun lama ditinggal sang ayah, Ismail kecil tetap tumbuh menjadi pemuda yang sabar dan penuh ketakwaan. Oleh karena itu, jadilah imam yang baik bagi keluarga, dengan senantiasa mengarahkan istri pada ketaatan, memberikan nafkah yang halal, serta mendidiknya untuk memiliki keteguhan hati. Insya Allah, keberkahan dan kebahagiaan akan senantiasa menghampiri perjalanan rumah tangga. Bahkan bukan tidak mungkin, akan lahir anak-anak yang kelak dapat mengantarkan ayah dan ibunya ke dalam surga, amin

Imam Untuk Dunia Dan Akhira

       Imam adalah seorang pemimpin, seorang yang memimpin, dan seorang yang mempunyai kewajiban lebih untuk melindungi, mendidik dan membimbing dengan baik kepada yang di pimpinnya. sedangkan Imam dalam keluarga adalah seorang yang mempunyai kewajiban untuk melindungi istri serta anak-anaknya. beberapa kali pikiranku terusik oleh hal-hal seperti ini, sepertinya sangat sepele namun kalau di fikir ulang, itulah tujuan hidup seorang wanita yang masih menginginkan seseorang dalam hidupnya ataupun seorang wanita yang memiliki seorang Imam dalam keluarganya, ialah Imam Dunia Akhirat tujuan yang tidak semata-mata hidup berdua dengan uang dan harta yang banyak, dengan cinta yang begitu melimpah dan dengan segala bentuk-bentuk materi yang akan di miliki untuk menjalani kehidupan. jauh dari tujuan itu ada hal yang justru sangat penting untuk menjadi sebuah pertimbangan untuk menjalani kehidupan rumah tangga, seorang suami yang Sholeh, suami yang mampu menjaga dan benar-benar mengajari tentang indahnya memiliki pasangan hidup yang senantiasa saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran. aku rasa ada ribuan wanita yang menginginkan kehidupan seperti itu, seorang Imam yang gak ada di sampingnya saat adzan berkumandang, seorang yang bisa mengajaknya selalu ingat kepada-Mu Ya Allah.. Sang pencipta Langit dan Bumi beserta isinya. Imamku Untuk Akhiratku Ya Allah Ya Rohman.. Pertemukanlah kami dengan jodoh yang engkau janjikan.. dekatkanlah kami dengan orang-orang yang mengerti.. Orang-orang yang mampu menunjukkan betapa indahnya hidup dengan Kehadiran-Mu.. menunjukkan betapa luar biasanya memiliki pasangan hidup yang selalu mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran.. Ya Allah ya Rohim.. Anugerahkan Kesolehan Ibrahim .. Ketaatan Islamil.. keihlasan Siti Hajar.. Dan keberkahan Nabi Muhammad SAW kepada kami.. Agar kami selalu menjadi manusia yang patuh kepadamu.,. selalu berjalan menuju Ridhomu.. Dan Istiqomah dalam agamamu.. Anugerahkan kepada kami Imam yang baik.. menjaga kami dari kemunafikan dunia.. dan mengajak kami berjalan menuju surgamu.. Ingatkan kami selalu ya Allah yang maha penguasa Alam semesta.. semoga Engkau selalu memberi kesabaran atas segala ujian yang ada.. Baikkanlah kami, untuk menjemput jodoh yang baik pula Untuk kami.. Karena Hidup, berawal dari diri sendiri.. Hidup adalah belajar menjadi lebih baik dan terus belajar memperbaiki diri. jika ada yang lebih baik dari yang aku kira selama ini, semoga yang tersayang dia segera datang. Yuk........... mulai melupakan yang tak memikirkan, buat apa siii mengejar yang belum tentu baik, mengejar hal yang belum pasti yang terbaik, ini hidup yang indah bukan.. akan menjadi lebih indah jika hati ini menemukan pegangan yang tepat, Jeli, teliti dan hati-hati dan semoga Allah selalu Meridhoi segalanya, untuk yang lebih baik dan terbaik'.,

Tak Ada Arti Dari Kesombongan bagiNya.........


Dunia ini indah, bagi mereka yang di perbudak dunia
mereka menganggab dunia ini bagai surga
mereka menganggap dunia ini bagai laut luas yang kaya akan keindahan
mereka menganggap dunia ini bagai limpahan harta yang harus dikuasai

sejujurnya.....
ketika mereka memikirkan akan hal itu
sebenarnya mereka lupa dengan umur dan kematian mereka
mereka lupa dengan siapa pemilik dari apa yang mereka miliki
mereka lupa dengan hembusan nafasnya
dan mereka lupa dengan siapa yang terdekat dengan urat nadi mereka

namun mereka tetap sombong, angkuh dan pongah.
setidaknya mereka harus menyadari dengan ujian diri mereka
menyadari dengan pertikaian yg mungkin terjadi dalam hidup mereka
menyadari apa yang sebenarnya membuat hati mereka buta

maff, ini bukan prihal hidayah Allah
melainkan kekuatan hati akan iman yang mereka miliki
jika menunggu hidayahNya
maka kematian tak tau kapan akan tiba menjemput ajalnya..

dengan semua ini...
sadari dan pahami, bahwa tak pantas kita berpongah diri
apalagi menyombongkan diri....
lebih baik serahkan segalanya padaNya
dengan segala usaha dan motivasi hidup kita

Insya Allah keberkahan dan ketenangan hati akan kita dapati
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (Q.s. ar-R
."a’d: 28)

Wahana Cinta Atas Apa yang kita miliki




Bila seseorang menyayangi hatinya......
takkan pernah ia sakiti dan takkan pernah ia goreskan luka baginya
ia akan menjaga hatinya
untuk tetap hidup dalam keyakinan dari setiap kependiriannya

bila seseorang rindu dengan pandangannya.....
takkan pernah menodai pengelihatannya dengan kesia"an
ia akan menjaga pengelihatannya
untuk tetap memilih dari dua kehidupan dunia yang ia jalani

bila seseorang merindukan langkahnya....
takkan ia langkahkan kakinya kepada jalan yang menyesatkan
ia akan membimbingnya
untuk tetap melangkah pda jalan yang sebenarnya patut ia lewati

bila seseorang merindukan tanganya...
takkan ia berikan untuk tergenggam dari apa yang bukan hak miliknya
ia akan mentatanya
untuk tetap menerima dan memberi diatas satu kemulian indah dariNya

bila seseorang mencintai kekasihnya
ia takkan melukai dan menyakiti rasa dan perasaannya
ia akan membimbingnya
untuk tetap cinta dan sayang karna ridohNya dan menjaga kesesatan diri dari fitnahnya cinta

Sejatinya Kebahagiaan Itu



Setiap insan memiliki kebahagiaan tersendiri...
kadang dengan diam, kebahagiaan itu menyapa jiwanya
kadang dengan berjalan, kebahagiaan itu merebut perasaannya
kadang dengan berkata, kebahagiaan itu ikut dalam setiap ucapannya

mungkin inilah yang biasa disebut kebahagiaan hati
tanpa disangka ia berandar pada diri
dan tanpa disangka ia ikut menemani diri

namun ketika kebahagiaan itu berubah menjadi lara
maka ia akan dengan terpaksa melambung dalam keterpaksaan
tak ada lagi kesejukan dari kebahagiaan hati yang dirasa
hanya tinggal keterpaksaan yang harus di semayamkan dari sebuah senyuman

janganlah bermain dengan kebahagiaan
karna ia akan berubah dalam kehidupan
yang bisa menjadi teman dan musuhmu

untuk itu......
jaga kebahagiaan itu dengan sedikit sikap yang peduli
peduli terhadap dirimu dan orang lain

Goresan Cinta





Mulai dari terbit hingga terbenam, Kau lepaskan jiwa ini tuk menjalankan aktifitas
dan kini, tibalah masanya hatiku dan jiwaku mulai menyatu, kembali membantangkan sajadah
menundukan kepala ini dan mengangkat kedua tangan ini
memohon perlindungan serta kembali mengucapkan rasa syukur
yah..... syukur kepadaMu atas segala rahmatMu
saat ku bekerja....
aku teringat akan segala kebutuhanku
segala kewajibanku
segala amanah akanku
sehingga semua harus ku lakukan dan berpikir untuk hidup selamanya
namun saat ku kembali kepadaMu...
aku teringat akan kematianku yang kapanpun bisa terjadi padaku
aku teringat akan dosa"ku
aku teringat akan ucapan dan gerakan jiwaku
maka.......
jaganlah Kau tutup pintu taubatMu untukku
karna aku membutuhkan taubatmu disisa umur dan hidupku...
namun.....
ku serahkan segalanya kepadaMu
karna engkaulah pemilik segalanya dari apa yang aku miliki

Jujur Itu Sangat Indah..



Banyak yang mengatakan kejujuran itu menyakitkan
kejujuran itu tak pantas tuk dikatakan
dan kejujuran itu akan bencana jika terucapkan

padahal...
kejujuran itu adalah isyarat hati
untuk menjalani jiwa yang tenang
untuk menapaki pribadi yang sebenarnya
dan memberikan bunga" keindahan

namun.....
ketika mereka membohongi diri mereka sendiri
mereka merasakan kegelisahan yang mendalam
kegelisahan yang membuat mereka tak sadarkan diri
tak sadarkan diri dari kepercayaan diri mereka
maka, satu dari kebohongan yang mereka ucapkan
adalah sebujur panah yang menusuk tubuh mereka

apa susahnya mengatakkan kejujuran..
jika itu dapat memberikan kebaikan
jika itu dapat membahagiakan kepribadian diri dan siapapun
dan jika itu dapat membeuat orang lain senang akan keadaan kita
dan membuat orang lain bersedih dengan ketiadaan kita

bahagialah....
orang" yang menanamkan kejujuran
karna mereka telah menanamkan satu kemuliaan
kemualiaan bagi dirinya dan orang lain
dan sinar kesejukan bagi siapapun yang bernaung dibawahnya
baik sebagai sahabat ataupun orang yang ia cintai.
.